Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

[TEASER] The Camera Part 3

Akhirnya, setelah menimbang-nimbang. Aku mutusin buat mosting teaser buat ff The Camera yang kayaknya udah setengah tahun lebih gak update... :3 yah, sekalian aja tanda sorry buat yang masih setia nungggu ni ff... 
Oke!!! semuanya merapat~ udah mau dimulai nih~

Kamis, 21 Juli 2011

The Camera Part 2

Annyeong~ ^^


The Camera


Cast

Kim Taeyeon – SNSD

Park Jungsoo (Leeteuk) – Super Junior

Kim Hyoyeon – SNSD

 Kim Heechul – Super Junior

Genre: Whatever You Say 

Rating: PG-13

Length: ?
Disclaimer: All casts isn't mine, but the story is mine

Kamis, 07 Juli 2011

The Camera Part 1

Annyeong haseyo~
Akhirnya ku mutusin buat publish FF juga :D Kalo ceritanya aneh ato gaje, ya biarin aja ya^^ *apaan sih?*
yang baca, yang liat, yang numpang lewat, semuanya wajib komen!!



The Camera


Cast

Kim Taeyeon – SNSD

Park Jungsoo (Leeteuk) – Super Junior

Kim Hyoyeon – SNSD

 Kim Heechul – Super Junior

Genre: Whatever You Say

Rating: PG-13

Length: ?

Disclaimer: All casts isn't mine, but the story is mine
               
         

Minggu, 16 Januari 2011

FF Oneshot: Shining Star

Annyeong readers setiaku!!!!!!!!!! 
*readers: hah??? setia??? adanya mah seketek!*
gak terasa author dah 4 bulan hiatus...
ckckck...
oke daripada kelamaan mending langsung baca dah!
Cekidot! 

Shining star

Cast:
Park Jung Soo -Leeteuk- Super Junior
Kim Taeyeon SNSD
Sunny SNSD
Park Soo Yun *author juga pengen eksis*
Genre: romace *?*
Rating: PG-13
Length: Oneshot
Disclaimer: All casts isn't mine, but the story is mine

Rabu, 06 Oktober 2010

FF ONESHOOT: 30 MINUTES

Annyeong!!!
Onniedeul, Oppadeul, Dongsengdeul, cingudeul!!!!!!!!!
Akhirnya setelah semedi selama 1 minggu lebih di depan komputer akhirnya author kembali juga dengan ff baru!!!
Ni ff author buat karena author lagi tergila-gila ama TaeTeuk Couple!
Jadi, kalo ada yang ngga suka ama castnya, anggap aja cast cwek/cwoknya adalah kalian!
ok?


Chek it out!

30 MINUTES
Cast:
Kim Taeyeon SNSD
Park Jung Soo Super Junior

Min Sunye Wonder Girls
Yesung Super Junior
Author : Selly a.k.a Song Seul Rin
Length : One Shoot
Genre : Romantic


                Taeyeon duduk di bangku belakang sekolahnya. Ia menatap danau yang berkilauan tertempa sinar matahari. Ia hanya duduk sambil memegangi bekalnya yang ia bawa dari rumah.
SRAAK… SRAAK SRAAK...
                Taeyeon menoleh kearah semak-semak dibelakangnya tempat suara itu berasal. “siapa disana?” Taeyeon bertanya kearah semak-semak itu. “…” Tapi tak ada jawaban. Merasa tak ada jawaban ia kembali melihat kearah danau.
SRAAK SRAAK SRAAK…
                Suara itu terdengar lagi dan dengan cepat Taeyeon menoleh kearah semak-semak itu lagi. Tiba-tiba mata Taeyeon terbelalak saat melihat seseorang keluar dari semak-semak itu.
“Euuh… sudah lama aku tidak kesini…”
Seorang pria berdiri sambil meregangkan kedua tangannya. Taeyeon yang melihat itu langsung membalikkan kepalanya, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
                Omo… kenapa dia ada disini? Bukannya tak pernah ada orang yang datang kesini? Lagipula kenapa orang itu yang datang? Kenapa yang datang harus Park Jung Soo? Kenapa harus seorang idola sekolah yang harus datang kesini? Gumam Taeyeon dalam hati. Jantungnya berdetak dengan kencang.
“hm? Hei, apa yang kau lakukan disini?” Tanya orang yang bernama Park Jung Soo itu, atau yang lebih dikenal dengan dengan Leeteuk.
“a… ani, sunbae…” jawab Taeyeon tanpa menatap wajah Leeteuk, kakak kelasnya. Ia hanya membuka kotak bekalnya.
                Baru saja Taeyeon memasukkan sepotong telur gulung kedalam mulutnya, tiba-tiba…
“wah… kau bawa telur gulung ya?” terdengar suara Leeteuk yang agak kuat. ”hm, sudah lama aku tidak makan telur gulung”katanya lagi sebelum Taeyeon sempat menjawab pertanyaannya. Leeteuk terus menatap kotak bekal yang ada di tangan Taeyeon.
“mau?” Tanya Taeyeon pelan karena merasa bekalnya terus dilihat oleh Leeteuk. Tentu saja dengan menyodorkannya. “mwo? Lalu kau?” Tanya Leeteuk heran. “aku tidak lapar” Taeyeon memalingkan wajahnya kearah danau lagi.
“benarkah?” Leeteuk memastikan.
“kalau sunbae tidak mau ya sudah…” Taeyeon menarik kembali tangannya yang memegang kotak bekal. Tapi, baru saja Taeyeon menarik tangannya tiba-tiba tangan Leeteuk langsung memegang tangan Taeyeon. “aku mau kok” kata Leeteuk nyengir yang berhasil mengeluarkan lesung pipinya.

“aupua uinui buatuanmu?” Tanya Leeteuk dengan mulut yang penuh, mungkin kalau diartikan jadi –apa ini buatanmu?–
“ne, sunbae. Kenapa? Apa tidak enak?” Tanya Taeyeon hati-hati. “Tuiduak kwok, uinui uenuak” jawab Leeteuk masih dengan mulut yang penuh. Taeyeon yang melihat itu hanya bersemu merah dan memalingkan wajahnya dari arah Leeteuk.
“besok bawakan aku bekal lagi ya!” kata Leeteuk lagi seraya tersenyum manis kearah Taeyeon, manis semanis-manisnya. Mungkin itu yang membuatnya jadi idola sekolah. *Oppa narsis ah…*
                Deg! Ya ampun… kenapa ini? Jantungku… batin Taeyeon dalam hati sambil memegang dadanya.
“makananmu enak, aku suka. Gomawo…” Leeteuk kembali tersenyum sambil melangkah kembali kegedung sekolah. “Ya Tuhan… kumohon jangan bilang kalau aku… aku… aku telah menyukainya…” Taeyeon bergumam sendiri sambil terus memegangi dadanya.
~~***~~
“TAEYEON!!!” terdengar suara yang sangat nyaring dari koridor sekolah. Taeyeon langsung melihat kearah asal suara. Ia tahu betul suara siapa itu. “kau tidak perlu berteriak seperti itu, Sunye!” kata Taeyeon kepada sahabat karibnya itu. “kemana saja kau kemarin? Kau tahu gara-gara kau bersembunyi saat istirahat Yesung selalu mengikutiku tahu!” Sunye langsung menghujamkan berbagai kata kearah Taeyeon. “lalu, apa hubungannya denganku?” Tanya Taeyeon polos. “Kim Taeyeon! Apa kau sudah pikun? Apa kau lupa dengan penggemarmu sendiri?” Tanya Sunye dengan mata yang melotot. “aku ingat kok. Tapi, yang aku Tanya apa hubungannya denganku, bukan soal siapa dia” Taeyeon menunjukkan wajah aegyonya. “Taeng, Yesung mengikutiku karena dia ingin ketemu denganmu. Dia pikir kau bersembunyi da…”
“ah! Aku harus segera pergi” potong Taeyeon cepat saat melihat kearah jam jam.
“Hah?” Sunye hanya melongo mendengarnya. “ ah, dan satu lagi. Tolong urusi dia ya!” ucap Taeyeon seraya menunjuk orang yang berada di ujung koridor dan mulai berlari kecil meninggalkan sahabatnya itu. “Taeng! Jangan buat aku berurusan dengannya lagi…” kata Sunye pasrah saat melihat Yesung berdiri di ujung koridor.
~~***~~
“Chukaeyo!”
Taeyeon mendengar suara orang yang kemarin bertemu dengannya di belakang sekolah saat ia menuruni tangga lantai dua. Dengan pelan ia memberanikan diri untuk melihat keasal suara, kesebuah ruang kelas yang sepi.
“Huwaa! Gomawo, oppa!” teriak seorang gadis sambil memeluk tubuh pria itu erat. Sedangkan pria itu hanya tersenyum dan membalas pelukan itu.
                Hei… siapa gadis itu? Kenapa mereka begitu mesra? Lho… kenapa ini? Kenapa aku… Taeyeon membatin dalam hati saat sadar setetes air bening membasahi kedua pipinya. Ia memegang dadanya, ia merasa sesak dibagian dada.
PRAAK!! 
~~***~~
PRAAK!!
Leeteuk melepaskan pelukannya pada Gyuri. “Oppa? Wae?” Tanya Gyuri saat merasakan tangan Leeteuk melepaskannya. “ani… sepertinya ada oaring diluar” Leeteuk berjalan menuju ambang pintu ruangan itu. Ia tak melihat siapa-siapa tapi, ia hanya melihat serakan telur gulung di depan pintu. “ini…” Leeteuk bergumam sendiri dan mulai merapikan telur gulung tersebut.. “oppa, wae? Kenapa Oppa memunguti itu? Itukan sudah kotor…” Tanya Gyuri seraya menunjuk telur gulung yang sedang dirapikan Leeteuk ke tempatnya. “Ini bukan telur gulung biasa, Gyuri”
~~***~~
                Taeyeon terduduk dibangku belakang sekolah. Ia sibuk mengusap-ngusap matanya yang dibanjiri air matanya sendiri.
Kenapa ini? Kenapa air mataku tidak bisa berhenti? Tanya Taeyeon dalam hati. Ia masih sibuk mengusap kedua matanya yang sudah mulai memerah.
“ada apa Kim Taeyeon? Kenapa kau menangis? Dia bukan siapa-siapamu! Dia hanya kakak kelasmu! Bahkan, kau dan dia tak ada hubungan apa-apa. Jadi, untuk apa kau menangis Kim Tae…” Taeyeon menggantung perkataannya, entah mengapa ia tak dapat melanjutkan ucapannya. Yang ada malah air matanya semakin banyak membasahi kedua pipinya.
“Ya! Kenapa kau membuang makanan seenak ini?”
Seseorang mengagetkan Taeyeon dengan menunjukkan kotak bekal yang dijatuhkannya tadi. Dengan sontak Taeyeon langsung menatap orang itu, dan dengan cepat pula ia langsung memalingkan wajahnya dari pria itu. Ia segera mengelap air matanya yang membasahi kedua pipinya. “bukan, bukan aku” jawab Taeyeon tanpa menatap Leeteuk sedikit pun. Ia berusaha menyembunyikan raut wajahnya. “Benarkah? Lalu kenapa aku bisa membaca namamu disini?”
“m, mwo? Memangnya sunbae tahu namaku?” Tanya Taeyeon ragu-ragu.
“hm, memangnya apa gunanya aku selalu memperhatikanmu dari atap sekolah?” jawab Leeteuk. “mwo? Sunbae selalu memperhatikanku??” Tanya Taeyeon kaget. “a, a, maksudku apa gunanya ada name tag di baju?” jawab Leeteuk gagap. Taeyeon hanya menunduk mendengarnya, malu.
“ya! Kenapa kau membuang makanan ini? Inikan enak!” Tanya Leeteuk lagi sambil memasukkan sepotong telur gulung kemulutnya.*ih… Oppa jorok, udah jatuh masih dimakan aja! Laper apa rakus?*
“eh… itukan sudah jatuh, kenapa sunbae memakannya?” Taeyeon langsung mengambil kotak bekal yang dipegang Leeteuk. “mubasir kalau dibuang. Lagipula ini enak!” jawab Leeteuk sambil mengambil kembali kotak bekal itu dan memasukkan sepotong telur gulung lagi. Taeyeon hanya melihat Leeteuk, dadanya masih terasa sesak saat mengingat hal yang ia lihat tadi. Saat Leeteuk berpelukkan dengan salah seorang teman sekelas Taeyeon, Park Gyuri.
“apa kau melihat yang tadi?” Tanya Leeteuk pelan.
“mwo?”
“saat aku berpelukkan dengan Gyuri” kata Leeteuk lagi. “o, itu, aku, aku…” Taeyeon tak tahu harus menjawab apa. “hahahaha… kau cemburu ya?” goda Leeteuk sambil menatap Taeyeon. “tidak… hanya saja aku merasakan sesuatu yang aneh di dadaku, rasanya sesak” jawab Taeyeon seraya memegang dadanya.
“hha… kau tahu kenapa itu?” goda Leeteuk lagi. Taeyeon hanya menggelengkan kepalang pelan. “Itu tandanya kau ME-NYU-KAI-KU” kata Leeteuk lagi seraya mendongakkan wajah Taeyeon. *Oppa genit ah* “mwo? Aku…”
“Hahahahaha… kenapa wajahmu begitu? Aku menyukai wajah bodohmu itu, Kim Taeyeon” Leeteuk tertawa sambil memegangi wajah Taeyeon dengan kedua tangannya. Wajah Taeyeon langsung memerah saat mendengar pengakuan Leeteuk.
“eh… maksudku…” Leeteuk tersentak saat sadar apa yang ia katakan. “heuh… kalau sudah begini baiklah!’ Leeteuk langsung berdiri di depan Taeyeon.
“Kim Taeyeon, aku, ehm… bagaimana ya mengatakannya?” Leeteuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kim Taeyeon, maukah kau menjadi kekasih Park Jung Soo?” Tanya Leeteuk langsung to the point.
“…” Taeyeon hanya terpaku mendengar ucapan Leeteuk.  “kalau kau tidak mau, tidak apa-apa kok” Leeteuk tersenyum getir. “bukan itu maksudku…” Taeyeon langsung menggelengkan kepalanya. “lalu, apa jawabanmu?” Tanya Leeteuk hati-hati. Taeyeon tampak berpikir sejenak dan ia menganggukkan kepalanya pelan. “Benarkah?” Tanya Leeteuk lagi sambil mengembangkan senyumannya. “ne, sunbae”
Leeteuk langsung memeluk Taeyeon yang masih duduk di bangku itu. “saranghae…” bisik Leeteuk tepat ditelinga Taeyeon. Taeyeon yang mendengarnya hanya mengembangkan sebuah senyum tipis dan menggangguk didalam pelukan Leeteuk. “Lalu, apa hubunganmu dengan Gyuri?” Tanya Taeyeon lagi. Ia ingin memastikan hubungan Leeteuk dan Gyuri agar ia tak akan menyesal dengan pilihannya nanti.
“kau masih memikirkannya ya? Dia adik sepupuku , jadi tenang saja aku tak akan memiliki hubungan special dengannya, Kim Taeyeon” Leeteuk melepaskan pelukannya dari Taeyeon dan menatap dalam mata Taeyeon. Ia berusaha membuat Taeyeon percaya akan perkataannya. “aku percaya, sun…”
“ya! Jangan panggil aku sunbae lagi, panggil aku Oppa!” kali ini Leeteuk memotong ucapan Taeyeon seraya menempelkan jari telunjuknya di bibir Taeyeon. “hm, ne Oppa” jawab Taeyeon seraya mengembangkan senyum manisnya.
~~***~~
5 tahun kemudian…
“hei, kalian tahu disekolah ini ada mitos, lho!” Kata seorang gadis pada temannya saat berjalan di koridor sekolah. “benarkah? Bagaimana mitosnya?” Tanya gadis yang lain. “yang aku tahu, katanya, kalau kita bertemu dengan orang yang kita sukai di danau belakang sekolah dan ngobrol selama 30 menit, maka kita akan jadian dengan orang yang kita sukai!” jawab gadis pertama tadi. “memangnya sudah ada buktinya?” Tanya gadis yang lain. “katanya ada alumni sekolah kita yang sudah mengalaminya! Kalau tidak salah namanya Park Jung Soo dan Kim Taeyeon. Mereka hanya bertemu satu kali saat jam istirahat siang selama 30 menit saja, dan gosipnya sih, esoknya mereka sudah jadian, lho! Jadi, apa kalian masih tidak percaya?” terang si gadis pertama.
~~*THE END*~~


Nah gimana ceritanya???

NO SILENT READER 
 

Jumat, 17 September 2010

FF My Boyfriend is an Idol

Huhuhuhuhu....
lama gak update blog jadi kangen juga....
kali ini aku bawa ff pendek!
So check it out!



MY BOYFRIEND IS AN IDOL

Seul Rin berjalan ke sebuah cafe  di daerah Cheongdam-dong.  Ia langsung mencari meja yang agak jauh dari meja tamu yang lain ketika memasuki cafeitu. Ia tidak ingin orang lain tahu siapa orang yang ia tunggu sebenarnya. 
"annyeong, mau pesan apa?" tanya seorang pramusaji pada Seul Rin yang baru saja duduk.
" hm..." Seul Rin berpikir sejenak sambil menatap daftar menu yang diberikan si pramusaji tadi. "Jus jeruk saja" jawab Seul Rin seraya tersenyum tipis kepada si pramusaji. "apa ada yang lain?" tanya si pramusaji. "tidak usah" jawab Seul Rin singkat.

Seul Rin masih tetap duduk di kursinya walaupun ia telah menunggu kekasihnya selama satu jam. "Oppa pasti dapat pekerjaan mendadak..." gumam Seul Rin sambil berusaha tersenyum. Ia tahu kekasihnya itu pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang bintang idola. Apalagi dengan comebacknya di dunia entertainment yang baru saja ia lakukan dengan grupnya beberapa minggu yang lalu.   

"SEUL RIN??" tanya seseorang dengan terkaget saat melihat Seul Rin berada di cafe itu. "Onnie?" Seul Rin tidak kalah kaget saat melihat kakak sepupunya dengan balutan baju yang agak tertutup, padahal hari itu udaranya cukup panas. "apa yang kau lakukan disini? apa kau sendiri?" tanya sepupunya itu,  Seohyun. "ah ani a... aku aku hanya sedang menunggu teman saja kok. Onnie sendiri sedang ngapain disini?" jawab Seul Rin agak gagap karena takut sepupunya itu tahu kalau saja ia sudah punya kekasih, apalagi kekasihnya itu adalah seorang bintang idola. "ow... Onnie ada janji dengan Kyuhyun Oppa tapi, katanya ia sudah ada di Lotte World jadi aku mau langsung kesana!" jawab Seohyun dengan sedikit berbisik agar orang disekitar mereka tidak mendengarnya. Ya! Kyuhyun dan Seohyun adalah pasangan bintang idola yang tidak diketahui oleh publik. Ini semua mereka lakukan untuk kepentingan bersama. "Omo!! Aku telat!! Seul Rin, Onnie pergi duluan ya!" kata Seohyun saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "ah... ne." jawab Seul Rin.

"Heuh... Untung Onnie tidak tahu..." kata Seul Rin saat melihat kakak sepupunya itu sudah diambang pintu cafe. "Oppa... cepatlah datang..." gumam Seul Rin lagi ketika ia mulai lelah menunggu.

"Hei!" kata seorang pria mengagetkan Seul Rin yang sedang memainkan sedotan di gelas jusnya. 
"OPPA!" kaget Seul Rin saat melihat orang yang ditunggu sudah duduk dihadapannya.  "ssst... pelankan sedikit" kata pria itu  sambil menempelakan jari telunjuk di bibirnya. “apa dapat kerjaan mendadak?” Tanya Seul Rin pelan. “ne, tapi sudah selesai kok. Sekarang kita bisa jalan-jalan” jawab pria itu sambil berdiri dan menarik tangan Seul Rin. Seul Rin hanya bisa tersenyum melihat tingkah pria itu yang agak mencolok ditambah lagi dengan pakaiannya yang tertutup.
Lima belas menit kemudian mereka sudah berada di taman hiburan tepat ditengah kota Seoul. Biarpun hari itu bukan hari libur tapi taman hiburan itu tetap ramai oleh pengunjung. “kau mau naik apa?” Tanya pria itu. “bagaimana kalau yang itu?” jawab Seul Rin seraya menunjuk wahana roller Coaster. “boleh!” pria itu menarik tangan Seul Rin ke tempat pembelian tiket.
“Apa anda Key SHINee???” Tanya dua orang gadis kepada pria itu. “mwo?? Bu… bukan! Mungkin kalian salah orang!” elak pria itu seraya menggerakkan kedua tangannya menunjukkan bahwa Ia bukan Key SHINee.


Seul Rin POV
Omo!! Bagaimana ini?? Kami sudah ketahuan… kalau tidak cepat-cepat lari ini akan menjadi masalah yang lebih besar lagi!!!!
Seul Rin POV End

“tidak. Kami yakin kami tidak salah orang! Kau pasti Key SHINee!!” kata gadis yang satu. “wah… kau sedang kencan ya??? Lalu siapa  gadis itu???” Tanya gadis yang satu lagi. “ eh… bagaimana ya menjelaskannya…” pria itu berpikir sejenak.
“Heuh… baiklah. Aku memang Key SHINee dan aku mohon jangan pernah mengatakan pada siapapun kalau kalian melihatku di sini dengan seorang gadis” jawab Key pasrah dengan keadaan yang telah terjadi. “Aigoo! Aku tak percaya kalau bisa bertemu bintang idola disini…” ucap salah satu gadis itu. “hm… baiklah. Kami tidak akan mengatakan apapun asal kau mau menandatangani kaset yang baru kami beli dan foto bersama kami” ucap gadis yang satu lagi.  “baik, asalkan kalian benar akan tutup mulut” jawab Key pasrah sambil mengambil bolpoin di tasnya dan mulai menandatangani kaset kedua gadis itu.

“apa sudah selesai?” Tanya Seul Rin saat melihat Key berjalan menuju bangku yang diduduki Seul Rin. “apa mereka mau tutup mulut?” Tanya Seul Rin lagi. “ne, mereka sudah berjanji untuk tutup mulut.” Key tersenyum lembut kearah gadis yang duduk disebelahnya. “syukurlah…” kata Seul Rin seraya menundukkan kepalanya karena wajahnya merah saat melihat senyum Key yang sangat manis.
“Jadi, apa kita bisa mulai kencan lagi?” Tanya Key seraya menarik tangan Seul Rin menuju wahana bianglala.

Seul Rin POV 
Heuh… sekarang aku mengerti resiko menjadi kekasih seorang idola. Dan mulai saat ini aku harus siap mengahadapi semua resiko itu. Seul Rin-ah Hwaiting!!
Seul Rin POV End

“ne” jawab Seul Rin sambil berjalan mensejajari langkah Key dan
Cup~
Seul Rin mencium pipi Key.  “saranghae” bisik Seul Rin di telinga Key.

THE END

yak segitu dulu!!
komen itu wajib!!
oke...
NO SILENT READER  



Sabtu, 29 Mei 2010

FF Rain In Your Eyes Part 3

Hi readers setiaku!!!!!!!!!!!!!!
*readers: ngga tuh*
yow...
say F A N to the Fic
lalalalala~!!
mianhae postnya lama, lg bnyak pr yg numpuk nih...
kekekeke...

Langsung aja dech....

Rain In Your Eyes 


Cast:
Song Seul Rin
Key SHINee
Minho SHINee
Taeyeon SNSD
Im Seul Ra


“Oh, sebenarnya dia…”

TING… TONG…

            Suara bel tanda istirahat memotong ucapan Seulrin. “baiklah anak-anak, kumpul tugas kalian!” kata Miss. Park seraya berdiri mengumpul tugas para murid.

            “Seulrin!” panggil Minho. “Minho! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau mau pindah kesini?” Seulrin mengejutkan Minho dengan menghujamkan pertanyaan dengan tiba-tiba. “a, a… kalau aku mengatakannya padamu nanti tidak akan menjadi surprise-kan? Ayo temani aku keliling sekolah!” Minho mengalihkan arah pembicaraan. “aish! Kenapa kau tidak minta ditemani ketua kelas?” Tanya Seulrin menolak. “hm… aku mau kau yang menemaniku!” Minho tersenyum. “hh.. baiklah” akhirnya Seulrin mengiyakan ajakan Minho.


            Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memerhatikan mereka lekat. Sepasang mata yang tajam, tatapan mata yang penuh Tanya. “Ketua kelas!” seseorang memanggil orang itu. “hm?” tatapan matanya berpindah pada orang yg memanggilnya. “kau dipanggil Miss. Park!” kata orang yang memanggilnya. “baiklah”

            “kenapa ke UKS?” Tanya Minho. “aku ingin mengenalkanmu pada seseorang!” Seulrin tersenyum tipis. “Siapa?”

“kau akan tahu nanti.” Seulrin membuka pintu UKS. “annyeong!” Seulrin menyapa Taeyeon. “annyeong” balas Taeyeon dari dalam UKS. “Onnie, aku ingin mengenalkan seseorang padamu” Seulrin berjalan kearah Taeyeon diikuti Minho dibelakangnya. “siapa?” Tanya Taeyeon. “sepupuku. Namanya Minho. Choi Minho. Dia pindahan dari Jepang.” Seulrin tersenyum sambil menarik tangan Minho.


            “Minho, ini Taeyeon Onnie, dia penjaga UKS sekaligus kakak dari ketua kelas kita, Key!” Seulrin memperkenalkan Taeyeon pada Minho. “oh… annyeong, senang bertemu denganmu.” Minho tersenyum seraya mengulurkan tangannya. “senang bertemu denganmu juga!” Taeyeon menjabat tangan Minho.

            “Seulrin, aku lapar… ke kantin yuk!” ajak Minho. “baiklah…”


 Di kantin Seulrin yang sedang menunggu Minho melihat Key      . ia ingat, ia belummengenalkan Key pada Minho. “Key…” suara Seulrin tiba-tiba melemah saat seorang gadis datang menghampiri Key. ‘siapa gadis itu? Apa hubungannyadengan Key? Kenapa dia begitu akrab dengan Key?’ semua pertanyaan itu melayang-layang dalam pikiran Seulrin. “kau sedang melihat apa?” Minho mengagetkan Seulrin. “a… aniyo”

            “Key tolong aku ya!” pinta seorang gadis pada Key. “ne, akan kucoba…” Key memalingkan wajahnya dari Seulra. Ya, nama gadis itu adalah Seulra. Ia adalah salah satu teman akrab Key.


            Mata Key menangkap keberadaan seorang gadis. Gadis itu berdiri di depan pintu kantin, tatapan gadis itu kosong. Key menatap gadis itu lekat “kau sedang melihat apa?” seseorang menghampiri gadis itu. ‘sebenarnya apa hubungan mereka?’ pertanyaan itu kembali menghampiri pikiran Key. “aish! Apa yang kupikirkan?’ Key menggelengkan kepalanya. “Key, kau kenapa?” Tanya Seulra bingung dengan gelagat Key. “aniyo…” Key tersenyum masam.

            “mianhae Onnie” Seulrin membungkukkan badannya di depan Taeyeon, tepat dua hari setelah ia melihat Key bersama gadis dari kelas sebelah di kantin. “ne, gwencanayeo…” Taeyeon tersenyum. “aa… mianhae Onnie, aku tak bisa menemani Onnie ke toko buku besok. Aku lupa kalo besok aku ada jadwal check kesehatan rutin” kata Seulrin lagi seraya memegang tangan Taeyeon. “ne, sudah Onnie bilang taka pa bukan? Tenanglah…” kata Taeyeon tersenyum manid berusaha menenangkan Seulrin.


            Tanpa disadari keduanya ada seseorang yang mencuri dengar semua pembicaraan mereka.

            Seulrin berjalan menuju gerbang sekolah bersama Minho. Mereka menuju rumah sakit. Memang diantara mereka tak ada yang sakit tapi, akibat kecelakaan yang dialami Seulrin sepuluh tahun lalu membuat kakeknya mewajibkannya check kesehatan rutin 2 bulan sekali. “Minho, tunggu aku!” Seulrin berusaha mempercepat langkahnya. “jalanmu terlalu cepat tahu!” gerutu Seulrin sambil berusaha mensejajarkan langkahnya dengn Minho. “kalo tidak cepat kita akan terlambat!” kata Minho sambil menarik tangan Seulrin.


            Dari lantai 3 gedung sekolah mereka, seseorang telah menatap mereka lekat. Tatapan yang tajam namun penuh dengan kekecewaan.

            Seulrin berjalan gontai di koridor sekolah. Ia mengingat hal yang baru saja ia alami. Kejadian yang membuat hatinya terkoyak-koyak. “Kau boleh membohongiku tapi, kenapa Taeyeon noona ikut kau bohongi?” Seulrin mengingat perkataan Key tadi. Kata-kata yang membuat Seulrin bagaikan onggokan sampah di pinggir jalan.


            Disisi lain Key sedang duduk dipinggir lapangan sekolah. Ia mengingat ucapannya tadi, ia tahu hal itu akan merusak hubungannya dengan Seulrin. “ah… aku tak peduli! Bukannya dia yang membohongi Taeyeon Noona. Katanya pergi ke rumah sakit tapi, malah pergi dengan murid baru itu!” gerutunya sambil menggelengkan kepalanya. Sepertinya Key kesal akan kedekatan Seulrin dengan Minho.

            Beberapa minggu berlalu hubungan Seulrin dengan Key tak membaik. Key selalu menghindar jika ia bertemu dengan Seulrin. Sedangkan Seulrin, ia hanya bisa pasrah dengan perubahan sikap Key padanya.

Jam olahraga di kelas 1-2. Murid perempuan bermain voli, sedangkan murid prianya bermain basket. “eh, liat deh! Udah tahu hujan tuh cewek-cewek Cuma ngiup di bawah pohon!” seseorang menepuk pundak Key. Key hanya menoleh kearah yang dituju temannya. Seketika matanya tertuju pada seorang gadis yang berdiri dibawah salah satu pohon.


            Seulrin terpaku menatap pria yang berdiri di depannya itu. “pegang ini!” kata pria itu seraya menarik tangan Seulrin, memaksanya untuk menggenggam payung berwarna silver itu. “kalo kamu memang benci hujan, jangan main hujan lagi” kata pria itu lagi sambil berlari menuju gedung olahraga. “Key!” panggil Seulrin. Key menghentikan larinya. “hari Minggu ini temui aku di Namsan Seoul Tower, kumohon…” kata Seulrin lagi tapi, apa daya Key hanya diam mendengarnya dan melanjutkan langkahnya sambil menutupi kepalanya dengan tangan agar terlingung dari guyuran hujan. “aku memang tak suka hujan, tapi jika hujan bisa membuatmu kembali seperti dulu lagi, diterpa hujan sederas apapun aku rela…”kata Seulrin lirih sambil memandangi punggung Key yang pergi menjauh darinya.

Hari Minggu, Namsan Seoul Tower…

Seulrin berdiri tepat di depan sebuah tangga yang biasa disebut Sam Soon Stairway. Ia mengenakan kaos hitam yang ditengahnya bergambar seekor kucing yang sedang duduk dan sebuah rok berenda warna putih yang lebih pendek dari lututnya. Sesekali ia melihat jam yang bertengger manis di tangan kirinya.

Beberapa jam berlalu cuaca yang tadinya cerah mulai berubah menjadi mendung dan daerah Namsan Seoul Tower mulai sepi. Orang-orang mulai pulang karena tak ingin diguyur hujan. Tapi, Seulrin berbeda dengan orang-orang itu, ia tetap menunggu kedatangan Key, pria yang beberapa minggu terakhir ini sangat ia rindukan. Tanpa terasa hujan sudah mengguyur kota Seoul dengan deras. Seulrin masih senantiasa menunggu kedatangan Key ditengah guyuran hujan.


“Seulrin” seseorang memayungi Seulrin. “Minho?” Seulrin terkaget melihat sepupunya itu. “kita pulang ya?” ajak Minho dengan wajah cemas. “tidak” tolak Seulrin. “aish! Percuma saja kau menunggunya! Key tidak akan datang!” bentak Minho. “tidak, kuyakin dia pasti datang!” bantah Seulrin. “terserah kau!” Minho berjalan pergi meninggalkan Seulrin sendiri.

Minho berjalan menuju gedung olahraga sekolahnya. Ia yakin Key pasti ada disana. Setiap hari Minggu anggota klub basket sekolah berkumpul digedung olahraga untuk melakukan pesta kecil-kecilan, dan Key sebagai salah satu anggota klub basket pasti akan berkumpul. Sebelum langkahnya sampai di gedung olahraga, Minho melihat Key sedang berjalan di koridor sekolah. Ia pun berjalan menuju ke arah Key dan…

BRUUUK…


            Minho berhasil memukul pipi kiri Key. “ya! Kau tak ada hati ya? Kau tahukan Seulrin benci hujan karena kecelakaan itu? Lalu, kenapa kau tega membiarkannya menunggumu ditengah hujan sederas ini, hah?” kata Minho emosi. Key yang mendengarnya hanya bisa diam seribu bahasa sambil memegangi salah satu sudut bibirnya yang berdarah.

Seulrin berdiri terpaku melihat sesosok pria yang sangat ia nantikan kedatangannya. “Key?” lirih Seulrin. “aku yakin kau pasti datang…” Seulrin tersenyum tipis. “Bodoh! Kenapa kau mau menunggu orang sepertiku di tengah hujan sederas ini, hah?” teriak Key. Suaranya tercampur dengan suara hujan yang membasahi tubuhnya dan Seulrin. Seulrin hanya tersenyum mendengarnya. “menurutmu, aku mau menunggu orang ditengah hujan sederas ini?” Tanya Seulrin lirih. “aku mau menunggu ditengah hujan seperti ini  karena orang yang kutunggu adalah kau. Bukan orang lain” kata Seulrin lagi seraya meneteskan air matanya. “saranghae…” Seulrin berkata disela-sela tangisnya.

Key menarik tubuh Seulrin ke dalam  pelukannya. “nado saranghae Song Seulrin” kata Key seraya mengecup kening Seulrin. Seulrin hanya bisa terkejut mendengar ucapan Key. Ia hanya bisa tersenyum dalam tangisnya dan membalas pelukan Key.


Seseorang tersenyum miris melihat drama singkat yang baru saja ia tonton. “semoga kau bahagia Seulrin…” Minho tersenyum paksa sembari berjalan menuju mobilnya.

Setahun kemudian…

Seulrin tersenyum menatap Key yang berdiri di hadapannya. Kini Seulrin telah berubah, ia sudah bisa tersenyum manis saat hujan turun. Di saat hujan yang dulu sangat dibencinya. Hujan yang sudah merenggut kebahagiaan dan kedua orang tuanya. Sekarang ia dapat berbagi kesedihan dan keperihan yang ia rasakan saat hujan turun dengan orang yang ia cintai, Key.


Sedangkan Minho, sepertinya ia sudah berpacaran dengan Seulra. Gadis yang dilihat Seulrin di kantin. Gadis yang terlihat sangat akrab dengan Key. Rupanya saat itu ia minta tolong pada Key untuk mengenalkannya pada Minho. “ayo, Key! Kita pulang…” Seulrin menarik lengan Key. “Minho! Apa kau blum mau pulang?” Tanya Key saat melihat Minho masih duduk di pendopo sekolah. “tidak, aku harus menunggu Seulra…” jawab Minho. “ok. Kami duluan ya…” Seulrin melambaikan tangannya pada Minho. 
 Di saat hujan turun, luapkanlah semua kesedihanmu. Biarkanlah hujan turun membawanya ke masa depan yang cerah.

THE END 






Yeyeyeye...
akhirnya tamat juga ni FF gaje....
*lega*
nah untuk sementara ni aq blum bsa posting FF di ni blog...
soalnya minggu depan aq dah mulai ujian!! *stress*
doain ya supaya nilaiku bagus-bagus... ^o^

Minggu, 16 Mei 2010

FF Rain In Your Eyes Part 2

Yo!!!!
aq balik lagi nich!!!!
masih ngelanjutin ep-ep yg kmaren...


dripada pnjang lebar mending langsung dibaca aja dah!!!
Cekidot!!!

Rain In Your Eyes


Cast:
Song Seul Rin a.k.a Author
Key a.k.a Kim Kibum SHINee
Taeyeon a.k.a Taeyeon SNSD
New Cast: 
Minho a.k.a Choi Minho SHINee


Hujan masih mengguyur kota Seoul tanpa henti. Seulrin duduk di pendopo sekolah menunggu jemputannya. Ia tampak menundukkan kepalanya, wajahnya tampak sedu. “apa kau begitu membenci hujan?” Tanya Key seraya duduk disamping Seulrin. “Key?” Seulrin terkejut saat melihat Key duduk disampingnya. “nih” Key menyodorkan coklat hangat pada Seulrin. “gomawo” jawab Seulrin mengambil coklat dari tangan Key.

       “aku sudah dijemput” kata Key seraya berdiri dan berjalan menuju mobil BMW hitam. “hm, kalo kau memang begitu benci pada hujan, kau bisa memanggilku saat hujan turun. Kapan pun itu.” Key berhenti sejenak lalu masuk ke mobilnya.


       Seminggu berlalu dan hujan tak pernah turun lagi. Tapi, berbeda dengan hari ini. Hari ini hujan turun dengan derasnya, Seulrin terduduk di bangku pendopo. Ia mengamati semua jemarinya yang memegangi  handphone. “kenapa aku harus menunggu sendirian ditengah hujan?”gerutu Seulrin kesal saat menyadari tinggal dirinya seorang yang ada di pendopo sekolah. “hh…” ia menghembuskan nafas berat. Pikirannya terbang menuju kejadian seminggu yang lalu, dimana Key berjanji padanya bahwa ia akan datang kapanpun Seulrin memanggilnya. Hm… Key ya? Pikir Seulrin seraya mengetik sebuah sms.

       Trrt… Key merasakan handphone-nya bergetar. Ia merogoh saku celananya, ternyata sebuah sms. Ia membaca sms tersebut, tiba-tiba mukanya berubah penuh dengan raut kecemasan. Ia mulai menekan beberapa tombol di handphone-nya dan menempelkannya di telinga kanannya.

“yoboseyo” jawab seseorang di seberang. “kau dimana?” Tanya Key seraya keluar dari game centre. “ehm.. di sekolah” jawab orang di seberang. “ok, kalau begitu aku akan segera kesana!” balas Key seraya berlari ke mobilnya.

       Key memarkirkan mobilnya tepat di depan kursi yang diduduki Seulrin. Ia keluar dan berjalan mendekati Seulrin. “Key? Kau benar-benar datang?” kaget Seulrin. “hm, aku hanya menepati janjiku saja kok!” jawab Key cepat.


       Sepuluh menit berlalu tanpa percakapan sedikitpun dari keduanya. “gomawo” ucap Seulrin memecahkan keheningan. “untuk apa?” Tanya Key heran. “karena sudah menemaniku” jawab Seulrin seraya berdiri dan berjalan ke arah mobil yang baru saja datang untuk menjemputnya. “annyeonghigyeseyeo…” ucap Seulrin sambil melambaikan tangannya.

       Sebulan kemudian…

       “annyeonghaseyeo…” sapa Miss. Park saat memasuki kelas 1-2, kelas Seulrin dan Key. “annyeonghaseyeo seonsaengnim…”  balas para murid. “baiklah, sebelum pelajaran dimulai saya ingin memperkenalkan seorang murid baru.” Kata Miss. Park lagi seraya memanggil  murid baru itu. Tiba-tiba, suasana kelas mulai riuh. Para murid sudah mulai menerka siapa murid baru itu. Dan saat murid baru itu masuk ke dalam kelas…

       “KYAA!!!” para murid perempuan mulai histeris ketika melihat seorang ‘makhluk tampan’ sedang berdiri di depan kelas mereka. “tenang anak-anak!” Miss. Park mencoba menenangkan muridnya. “silahkan perkenalkan dirimu” kata Miss. Park mempersilahkan si ‘makhluk tampan’ itu memperkenalkan diri.

       “Annyeonghaseyeo, perkenalkan namaku Choi Minho. Aku pindahan dari Jepang. Semoga kita dapat berteman dengan baik.” Kata si ‘makhluk tampan’ yang bernama Minho itu memperkenalkan dirinya dengan senyum yang membuat seluruh murid perempuan di kelas 1-2 hampir pingsan kecuali Seulrin. Seulrin tidak terpesona dengan ketampanan Minho yang dapat membuat seluruh gadis di kelasnya hampir pingsan. Tapi, ia hanya melongo kaget melihat Minho.

       “Minho-ssi, kau duduk dibelakang Seulrin, dan jika kau memerlukan sesuatu kau bias bertanya pada ketua kelas.” Kata Miss. Park lagi sambil menunjuk Seulrin dan Key bergantian.

       Disaat jam pelajaran Seulrin sempat sesekali mencuri pandang pada Minho, dan saat mata mereka saling bertemu Seulrin menunjukkan ekspresi muka yang tak biasa  “Seulrin!” Key memanggil Seulrin. Ia heran mengapa Seulrin selalu mencuri pandang pada Minho. “Ya! Seulrin!” panggil Key lagi karena Seulrin tak menanggapi panggilan pertamanya. “eh, mwo?” Tanya Seulrin terkejut saat namanya dipanggil. “kenapa kau selalu meoleh ke belakang?” Tanya Key heran. “a… aniyo” jawab Seulrin. “apa kau mengenalnya?” Tanya Key seraya menunjuk Minho. “ne.” Seulrin tersenyumtipis. “apa hubungannya denganmu?” Tanya Key lagi masih menunjuk Minho. “Oh, sebenarnya dia…”
 
*Tbc* 

No Silent Readers!!!
You better not be Silent Readers....

sok atuh commentnya....